Terhindar dari Fitnah Teman Sekantor

Testimoni » Terhindar dari Fitnah Teman Sekantor

Saya seorang karyawan di sebuah perusahaan otomotif milik perusahaan asal Jepang. Sudah  hampir 20 tahun saya mengabdikan diri di perusahaan. Dari tahun 1992 saya sudah bekerja di sana. Mulai dari mekanik rendahan yang gajinya pas-pasan untuk makan dan bayar kontrakan di kota besar. Hingga menjadi manajer wilPapa seperti sekarang ini.

Mulanya, saya jengkel dengan rekan saya. bukannya saya bermaksud mengungkapkan kejelekan orang lain kepada publik. Tetapi memang nyatanya banyak orang yang menyadari sifat jeleknya. Bukan hanya saya teman yang lain pun merasakan hal yang sama.

Rekan saya ini memang sifat dasarnya adalah seorang penjilat. Maunya mencari muka di hadapan bos. Padahal kerjanya sendiri tidak pernah beres. Makanya teman-teman yang lain akan menghindar jika didekatinya. Sebab mereka tidak mau cari masalah.

Suatu ketika terjadi masalah di kantor. Imbasnya nama saya yang tercoreng. Saya tidak paham benar duduk permasalahannya, malah tiba-tiba saya yang dituduh melakukan job error. Saya mencoba membela diri. Tetap saya sebagai pihak yang kalah sebab kedudukan saya yang lebih rendah. Ujungnya saya pun dipecat.

Tetapi saya percaya fitnah itu akan terungkap, sebab saya memiliki mustika yang berkhodam tolak balak dari Ki Sabrang Alam. Memang benar apa yang saya yakini. Tiga hari setelah pemecatan itu, saya pun ikut dipanggil ke pengadilan. Anehnya posisi saya sebagai saksi. Bukan sebagai terdakwa.

Teman saya yang memfitnah saya justru berbalik yang menjadi tersangkanya. Kesalahan yang tidak saya perbuat itu teman sayalah yang melakukannya. Ia melimpahkan kesalahan itu kepada saya akibatnya saya dipecat.

Beberapa waktu setelah persidangan itu. Saya dipanggil bos saya untuk bekerja kembali. Tidak tanggung-tanggung, saya pun dipromosikan untuk naik jabatan. Khodam mustika yang saya miliki ternyata memang benar-benar membantu problem saya. Menakjubkan!

 

Wawan Setiawan (46 tahun, karyawan swasta, Medan)