Ilmu Menarik Benda Bertuah Dari Alam Ghaib

Artikel » Ilmu Menarik Benda Bertuah Dari Alam Ghaib

Ada banyak jenis ilmu yang bisa digunakan untuk menarik benda dari Alam Ghaib. Setiap jenis ilmu punya tingkatan masing-masing. Ilmu tingkat rendah hanya bisa menarik mustika atau benda bertuah tingkat rendah. Sedangkan untuk menarik benda bertuah atau mustika yang berkualitas, tentu saja dibutuhkan Ilmu Tingkat tinggi.

 

Tidak semua orang mampu menarik mustika atau benda bertuah lainnya dari alam ghaib. Ada syarat-syarat tertentu yang seharusnya dipenuhi. Syarat tersebut antara lain:

  1. Berniat untuk kebaikan. Kecuali untuk benda bertuah yang berkhodam jahat, maka biasanya lebih senang dengan orang-orang yang berilmu hitam atau orang yang perilakunya buruk.
  2. Punya kepekaan batin untuk mendeteksi lokasi atau tempat keberadaan benda bertuah.
  3. Punya kemampuan beladiri secara ghaib untuk berhadapan dengan entitas ghaib (makhluk ghaib) yang mencoba menghalangi atau menguji kelayakan kita dalam merawat benda bertuah yang ingin kita ambil.
  4. Punya ilmu untuk menarik benda dari alam ghaib.
  5. Selain syarat diatas, ada syarat batiniah lain yaitu berupa pengalaman, bakat dan keberuntungan masing-masing orang.

 

Ilmu Tarik Mustika Alam

Ilmu ini dinamai Ilmu Tarik Mustika Alam karena fungsinya utamanya adalah untuk mendapatkan benda bertuah dalam bentuk batu mustika dari dalam bumi ataupun dari alam ghaib. Ilmu ini dipelajari oleh Master Wahyu oleh seorang guru kebatinan tradisional yang tinggal di lereng gunung muria. Tentu saja, ketika diturunkan kepada Master Wahyu, ilmu ini tidak memiliki nama yang resmi. Sang guru yang menurunkan hanya mengatakan bahwa fungsi ilmu ini adalah untuk menarik benda ghaib.

 

Ilmu Tarik Mustika Alam tidak bertendensi pada suatu ajaran agama apapun. Ritual dalam ilmu ini identik dengan penyatuan diri dengan alam dan pendekatan diri dengan Sang Maha Pencipta. Sampai saat ini, karena alasan praktis, Master Wahyu belum bisa menurunkan ilmu ini kepada siapapun. Meskipun demikian, Anda tetap bisa menyimak garis besar proses laku spiritual dalam Ilmu Tarik Mustika Alam.

 

Seorang yang ingin mempelajari ilmu ini haruslah orang yang mendapatkan restu dari kedua orang tua untuk menempuh kehidupan spiritual. Apabila kedua orang tua sudah meninggal, maka disarankan untuk banyak mengirim doa kepada kedua orang tua sesuai keyakinan agama masing-masing, sampai suatu hari Anda bermimpi bertemu dengan kedua orang tua Anda dan dalam mimpi tersebut orang tua Anda menyatakan restunya.

 

Setelah mendapat restu, maka proses selanjutnya adalah meminta restu dari guru yang telah menguasai Ilmu Tarik Mustika Alam. Dalam tradisi ini, seorang guru berhak memberikan syarat-syarat sesuai kehendaknya. Misalnya meminta murid untuk menjadi pembantu di rumahnya selama beberapa bulan, meminta mahar sejumlah uang tertentu, atau syarat lainnya.

 

Setelah syarat disepakati, maka guru akan memberikan wejangan rahasia Ilmu Tarik Mustika Alam. Salah satu isi wejangan itu adalah, bahwa untuk menguasai Ilmu Tarik Mustika Alam, seorang harus mampu bersatu dengan alam. Yakni dengan cara menyepi di suatu tempat yang masih alami berupa pulau terpencil, hutan atau pegunungan yang belum terdapat tanda-tanda kerusakan akibat campur tangan manusia. Selama proses menyepi, maka tidak boleh membawa bekal kecuali makanan yang alami alias tidak dimasak atau diproses terlebih dahulu. Dalam hal ini, Master Wahyu memilih membawa bekal berupa buah-buahan.

 

Ilmu Tarik Mustika Alam merupakan ilmu yang harus dipelajari secara bertahap. Dua orang yang sama-sama memiliki Ilmu Tarik Mustika Alam bisa berbeda tingkat ilmunya. Seorang yang tirakatnya (laku batinnya) lebih banyak dan pengalamannya lebih banyak, maka ilmunya lebih tinggi.

 

Pada permulaannya, Ilmu Tarik Mustika Alam bisa dikuasai dengan menyepi di tempat yang alami selama 3 hari tiga malam. Master Wahyu memilih lokasi sebuah gua alam yang ada di salah satu gunung di Jawa Tengah. Selama proses tersebut, Master Wahyu banyak melakukan meditasi untuk menyatukan diri dengan alam. Pesan guru, selama proses menyepi, maka tidak boleh membunuh hewan dengan sengaja, tidak boleh menyatakan api dan tidak boleh mengucapkan kata-kata selain yang kata yang diperlukan untuk ibadah. Sebagai orang beragama, tak lupa dia pun menjalankan ibadah mendekatkan diri kepada Tuhan sesuai dengan keyakinannya.

 

Untuk menguasai Ilmu Tarik Mustika Alam tidak dibutuhkan mantra atau doa-doa khusus. Untuk memulai ritual, cukup dengan niat sesuai bahasa masing-masing. Beratnya laku spiritual Ilmu Tarik Mustika Alam tidak terletak pada bacaan, melainkan pada kekuatan mental seseorang. Karena selama proses menyepi, Master Wahyu digoda dan diganggu oleh berbagai macam kekuatan alam, termasuk juga kekuatan dari alam ghaib.

 

Apabila seseorang bisa lulus dalam proses menyepi selama 3 hari, maka boleh melanjutkan ke level yang lebih tinggi, yaitu 7, 11, 21, dan terakhir 41 hari. Seseorang yang sudah pernah melakukan nyepi selama 41 hari, maka bisa dikatakan ilmunya sudah sempurna dan diyakini telah mampu menarik semua jenis mustika yang ada di alam dunia maupun alam ghaib.

 

Tanda bahwa seseorang berhasil dari ritual Ilmu Tarik Mustika Alam adalah ketika secara ghaib dalam kantong kain putih yang sudah disiapkan, tiba-tiba terdapat sebuah mustika. Mustika ini merupakan hadiah dari alam bagi orang yang melestarikan ilmu tradisional yang hanya bisa dikuasai orang-orang bermental baja. Master Wahyu memiliki 5 mustika yang dihadiahkan oleh alam. Menandakan ia sudah menyelesaikan semua tingkatan dalam Ilmu Tarik Mustika Alam.

 

Setelah Anda mempelajari ilmu, faktor penting lain dalam penarikan benda bertuah atau mustika dari alam ghaib adalah soal bakat dan keberuntungan. Seseorang bisa jadi sudah belajar Ilmu Tarik Pusaka hingga tingkat yang paling tinggi, namun apabila dari dalam dirinya dia kurang berbakat maka dia akan kesulitan mempraktekkan ilmunya. Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa manusia itu memiliki bakat yang berbeda-beda karena Tuhan ingin manusia bekerja dalam bidang yang berbeda-beda. Apabila semua orang punya bakat yang sama, tentu saja tidak akan terjadi perputaran ekonomi, tidak ada jual-beli, dan tidak akan ada rasa saling membutuhkan satu sama lainnya.

 

Selain bakat, keberuntungan juga penting. Karena bisa jadi, dalam proses penarikan benda ghaib, kita sudah melihat wujud mustikanya, namun hilang seketika. Hal itu menandakan bahwa energi atau khodam dari mustika tersebut tidak berjodoh dengan kita. Dengan kata lain, khodam atau energi yang ada dalam mustika tersebut merasa Anda bukanlah orang yang tepat untuk merawatnya.

 

Jika masalahnya adalah keberuntungan, maka kita hendaknya banyak melakukan pembersihan batin dan introspeksi diri, serta kita memohon petunjuk dari Yang Maha Kuasa agar diberi kemudahan dalam usaha penarikan benda ghaib yang lebih baik. Menurut pengalaman kami, energi atau khodam dari golongan yang baik merasa tidak suka dengan orang-orang yang berperilaku buruk dan bersifat tamak serta kikir. Yang dimaksud perilaku buruk adalah orang tersebut kurang bertanggungjawab dalam hidupnya, dan sering melakukan perbuatan yang merugikan orang lain atau merugikan alam.